Jumat, 14 Desember 2012

Merry Birthday (08-12-12) part II

to be continued...

risma dan dina langsung megiyakan rencanaku untuk mengendarai mobil ke TP. usai siap-siap, dina dan risma berkumpul di rumahku. setelah membeli lilin ulang tahun dan korek di indomaret sebelah kampung, kami langsung menuju salah satu toko coklat langganan keluargaku, "Dapur Coklat" bersama mama dan ical pastinya. setelah bertanya harga dan memilih roti yg ingin dibeli, kami pun melesat menuju TP.
"mama gak jadi ke PGS deh" ucap mama.
"kenapa ma?" tanyaku.
"kita makan di TP aja ya, cal" kata mama pada ical.
"iya, makan pizza ya" kata ical di balik kemudi.
"huft, enakin aja kencan berdua" ucapku. seisi mobil tertawa melihatku dongkol seperti itu. tiba di TP, aku, dina, dan risma di turunkan di lantai 2, lalu mama dan ical pergi untuk mencari tempat parkir.

"ima dimana? takutnya nanti kita ke foodcourt, eh merry juga ke foodcourt, ketemu dong" kata dina.
"iya bentar aku tanyain" kata risma. setelah melewati perdebatan yg cukup panjang, kami memilih untuk menunggu di depan permainan stingers lantai 5 dan menyuruh ima untuk menemui kami sebentar. sungguh perjuangan yg sangat besar, karna untuk berjalan pun kami harus ekstra hati-hati. kami memilih untuk menyusun lilin di dalam stingers, agar merry tak dapat melihatnya. aku membawa roti beserta lilin lengkap dengan apinya yg menyala, sedangkan ima berada di depan, menuntun kami ke tempat merry dan mamanya duduk. dari arah belakang, sudah terlihat merry dan mamanya sedang asyik bercerita dengan tangan menggapai-gapai udara seperti memeragakan sesuatu. dengan gerakan hati-hati, ima menutup mata merry, risma berdiri di sebelah kanan ima, sedangkan dina berada di sebelahku. aku menyerahkan roti itu kepada mama merry, karena menurutku aku tak berhak memberikan roti itu langsung kepada merry, mamanya lah yg lebih berhak.

ima akhinya melepaskan tangannya dari mata merry. dan, tarrrraaaaa, mata merry terbeliak, membulat karena terkejut. lantunan lagu selamat ulang tahun terdengar beberapa saat kemudian. merry mengelap matanya yg basah oleh air mata. air mata terharu. ah, betapa bahagianya kami menjadi org pertama yg membuat merry terharu.
"tiup lilinnya... tiup lilinnya... tiup lilinnya sekarang juga, sekarang jugaaa, sekarang jugaa..."
dan, fiuuuuh, api dari lilin di atas roti itu pun padam.
fiuuuh.. 
kami semua bertepuk tangan. orang-orang yg berada di foodcourt itu serempak menolehkan wajahnya ke arah kami, sumber keributan sore itu. tawa bahagia menghias bibir kami saat itu. usai bertepuk tangan, kami pun mengambil pose untuk berfoto.
itu aku, yg jilbab biru;;)
"mer, pacarmu gak dateng?" tanyaku pada merry usai melihat hasil jepretan foto kami.
"enggak, dia ke jakarta" jawab merry.
"yah sayang dong" ucapku sok khawatir. namun, usai aku menyelesaikan percakapan itu, satu kejutan lagi datang untuk merry. pacarnya datang dengan membawa roti dari toko yg sama, "Dapur Coklat" dan juga membawa satu kresek besar, entah apa isinya. merry sekali lagi dibuat terperangah. senyum bahagia terukir dari wajahnya. pacarnya menyerahkan roti itu pada merry, lalu duduk di sampingnya. lantunan lagu tiup lilin pun kembali terdengar. dan, fiuuuh, api dari lilin di atas roti itu kembali padam.
fiuuuuh... 
kami kembali bertepuk tangan. lalu mengambil posisi duduk masing-masing. senyum masih menggantung dibibir merry. bisa kurasakan, bagaimana bahagianya merry di hari ulang taunnya yg ke-17 ini. setelah bercerita, makan, dan foto-foto, kami melanjutkan perjalanan. tujuan kami selanjutnya adalah tempat bermain "Stingers". dina dan risma daritadi ingin sekali bermain galleon, atau yg biasa disebut dragon ball. usai membeli tiket, aku, ima, dina, dan risma langsung menuju wahana galleon. merry sebagai fotografer saat kami menaiki wahana tersebut. tegang, senang, takut, bahagia, bercampur jadi satu saat menaiki wahana tersebut. kira-kira seperti gambar di bawah ini ekspresi kami.
konyol haha =)))
continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar